Penerapan Algoritma K-Means Untuk Pemetaan Penerimaan Pupuk Anorganik Bersubsidi di Kecamatan Donomulyo
Application of K-Means for Mapping Subsidized Fertilizer Distribution in Donomulyo
DOI:
https://doi.org/10.30700/sisfotenika.v16i1.583Keywords:
K-Means Clustering, Pupuk bersubsidi, Sistem Informasi Geografis, DonomulyoAbstract
Pertanian memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan di Indonesia. Kecamatan Donomulyo merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas pertanian yang tinggi dan kebutuhan pupuk yang besar pada setiap musim tanam. Namun, distribusi pupuk di wilayah ini masih menghadapi kendala seperti ketidaktepatan data penerimaan dan pencatatan manual yang menyulitkan proses analisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan tingkat penerimaan pupuk anorganik bersubsidi menggunakan algoritma K-Means untuk melihat pola distribusi pada 10 desa di Kecamatan Donomulyo. Hasil pengelompokan menunjukkan bahwa algoritma K-Means membentuk tiga cluster penerimaan, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Pada komoditas padi, tahun 2025 menghasilkan 3 desa cluster tinggi, 5 desa cluster rendah, dan 2 desa cluster sedang. Komoditas jagung menghasilkan 2 desa cluster tinggi, 6 desa cluster sedang, dan 2 desa cluster rendah, sedangkan komoditas tebu menghasilkan 5 desa cluster tinggi, 2 desa cluster sedang, dan 3 desa cluster rendah. Hasil ini kemudian divisualisasikan melalui Sistem Informasi Geografis berbasis web untuk memudahkan pemantauan distribusi secara spasial. Melalui sistem ini, BPP Donomulyo dapat lebih mudah melakukan evaluasi, meningkatkan akurasi pencatatan, serta merencanakan distribusi pupuk bersubsidi agar lebih tepat sasaran.















